Berita Ku Berita Mu: edukasi
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Pelajaran Berharga Belajar di Eropa

Written By Budianto on Selasa, 29 Januari 2013 | 19.28


Pada saat pergi ke negeri orang untuk belajar, pasti banyak kesan-kesan yang kita alami selama belajar disana, banyak pelajaran-pelajaran penting yang kita alami yang berbeda dengan Indonesia, seperti yang dialami Dwena Dexiana.

Mahasiswi semester 7 Swiss German University (SGU), ini mengungkapkannya setelah merampungkan program magang di Jerman beberapa waktu lalu. Keempat pelajaran penting yang diperolehnya selama jauh dari Tanah Air adalah betapa pentingnya waktu, keluarga, pengetahuan dan uang. Ia mengaku belajar banyak dari pengalamannya selama tinggal di Jerman selama enam bulan tersebut.

"Waktu. Saat sudah di sana jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Bekerja keras dan belajar bahasa yang ada agar bisa bersosialisasi lebih baik karena kita nggak tau kapan bisa ke sana lagi," kata Dwena saat acara pelepasan adik-adik kelasnya untuk magang di Jerman dalam acara "SGU Goes to Europe" di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kemudian yang kedua adalah arti pentingnya keluarga. Ia mengaku selama bulan pertama di Jerman, dirinya banyak menangis karena kangen dengan keluarga dan suasana rumah. Namun hal itu sedikit terobati saat dirinya mulai sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi.

"Kalau biasanya di rumah suka ngerasa kurang privasi karena diawasi orang tua terus. Saat di sana bener kerasa banget kangennya. Apalagi kalau pas sakit, bener-bener sendiri dan nggak ada tempat bergantung," ujar Dwena.

Hal ketiga yang penting adalah pengetahuan. Ia menyarankan selama berada di Eropa sebaiknya gali banyak ilmu yang ada di sana. Jika sempat berkunjung ke perpustakaan atau ke toko buku, maka baca buku yang menarik minat tapi sulit didapat di Indonesia.

"Jangan sampe nyesel balik ke Indonesia nggak dapet apa-apa. Di sana gudangnya ilmu pengetahuan, jadi banyak cari tahu," jelas Dwena.

Hal terakhir yang penting adalah uang. Memang benar saat magang tersebut, para peserta magang mendapat honor dari perusahaan. Namun bukan berarti bisa berfoya-foya dan lupa untuk menabung karena berpikir tetap akan kembali lagi ke Indonesia setelah program selesai.

"Gunakan uang seperlunya. Kalau dapat honor, sisihkan sebagian. Pengalaman saya, karena mikirnya dapet honor. Ya udah seneng-seneng aja. Eh ternyata ada masalah jadi gaji nggak turun tiga bulan. Jadinya tiga bulan itu ngirit banget. Mau minta uang ke orang tua gengsi juga," ungkap Dwena.

Sumber: Kompas Education

Dalam UN 2013 Peran Perguruan Tinggi Lebih Dominan

Written By Budianto on Minggu, 23 Desember 2012 | 21.34


Bertamu Edukasi- Peran perguruan tinggi (PT) pada ujian nasional 2013 untuk tingkat SMA/MA dan SMK lebih dominan karena pelaksanaan ujian tersebut diharapkan berjalan lebih jujur dan hasilnya benar-benar bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat Lalu Syafi’i di Mataram, Minggu, mengatakan dalam standar operasional prosedur peran dan tanggung jawab PT lebih dominan, karena hasilnya akan dimanfaatkan sebagai bahan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
"Kalau dulu perguruan tinggi memiki peran dan tanggung jawab yang sama, pada UN 2013 ini PT lebih dominan khususnya untuk tingkat SMA/MA dan SMK. Sementara untuk ujian UN SMP/MTs dan SD itu menjadi tanggung jawab kami," kata Syafii, Minggu (23/12/2012).
Mulai dari pencetakan naskah soal UN hingga menentukan pengawas ruangan ditetapkan dengan surat keputusan (SK) rektor, namun tetap berkoordinasi dengan Dinas Dikpora NTB. Ini menunjukkan kewenangan yang diberikan kepada perguruan tinggi cukup besar.
"Namun dalam hal ini kami bukan hanya menonton, tetapi tanggung jawab PT lebih besar, mereka tetap berkoordinasi dengan kami. Karena itu rektor akan sibuk mengirim tim untuk melakukan pengawasan di lapangan, dengan cara ini kita harapkan hasil UN 2013 ini benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik," katanya.
Syafi’i mengatakan, sepertinya UN 2013 merupakan wajah baru dibandingkan pada tahun sebelumnya khususnya untuk tingkat SMA/MA dan SMK. Pada prinsipnya ini dihajatkan agar pelaksanaan UN tersebut lebih jujur dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Pada UN tahun-tahun sebelumnya, menurut Syafi’i, PT hanya bertugas melakukan pemindaian hasil UN, sementara yang tugas dan tanggung jawab lainnya berada di Dinas Dikpora.
"Sebenarnya ada konsep pengawasan UN SMA/MA dan SMK diawasi oleh guru-guru SMP, namun itu tidak bisa dilaksanakan karena jumlah guru SMA terutama di NTB relatif terbatas. Di setiap kecamatan kadang-kadang hanya ada satu SMA, sehingga akan menyulitkan," kata Syafi’i.
Sementara itu, Rektor Unram Prof H Sunarpi PhD mengatakan, UN 2013 sudah mendapatkan pengakuan dari pihak perguruan tinggi, karena hasilnya akan mulai diintegrasikan menjadi bahan yang ikut menentukan penerimaan calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)) merupakan seleksi yang sifatnya terpisah, alhamdulillah pada 2013 hasil UN akan diintegrasikan ke dalam SNMPTN melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) khususnya untuk lulusan 2013," katanya.
Menurut dia, hanya lulusan UN 2013 yang boleh mendaftar melalui jalur PPA yang nantinya hanya didasarkan pada dua nilai yang dibuat oleh pendidikan sebelumnya, yakni nilai rapor mulai semester I hingga V dan nilai UN.
Jadi PPA itu, kata Sunarpi, hanya ditentukan dari dua nilai yang dibuat pada jenjang pendidikan sebelumnya. Ini merupakan salah satu bentuk terintegrasinya jenjang pendidikan antara pihak Sekolah Menengah Atas dengan perguruan tinggi dengan porsi 50 persen dari lulusan SMA tahun 2013 itu.
"Alhamdulillah berarti dari tahun ke tahun apa yang kita harapkan dari UN tentang kejujuran mulai mendapatkan pengakuan dari perguruan tinggi," katanya.
Sunarpi mengatakan, mudah-mudahan mulai 2014 semakin berkurang jumlah persentase mahasiswa baru yang diterima melalui seleksi terpilih, karena pada 2013 masih ada tes tertulis nasional sebesar 30 persen dan tes mandiri 20 persen dan 50 persen melalui jalur PPA yang hanya mempertimbangkan nilai rapor dan nilai UN.
"Berkaitan dengan itu tugas dan tanggung jawab perguruan tinggi cukup berat pada 2013, seperti perencanaan penyelenggaraan UN bersama Dinas Dikpora NTB. Rektor bersama Kadisdikpora akan duduk bersama membahas persiapan penyelenggaraan UN," ujarnya.

Sumber : Kompas.com

Nasional

More on this category »

Teknologi

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Ku Berita Mu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger