Berita Ku Berita Mu
Headlines News :

Latest Post

Logo Absensi+

Written By Budianto on Minggu, 05 Juli 2026 | 21.31




 

logo sikap

Written By Budianto on Rabu, 27 Mei 2026 | 06.39




 

budi

Written By Budianto on Senin, 18 Maret 2019 | 08.41

Pria Ditangkap KPK Pengusaha Impor Daging

Written By Budianto on Selasa, 29 Januari 2013 | 19.33

KPK saat menggeledah pabrik daging potong

Komisi Pemberantasan Korupsi berhasil mengamankan beberapa orang, Selasa malam, 29 Januari 2013, dalam operasi tangkap tangan di Hotel Le Meredien, Jakarta.

Sampai Rabu pagi ini mereka masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik lembaga itu. Mereka yang ditangkap berjumlah empat orang, terdiri dari tiga lelaki dan seorang perempuan.

A diduga merupakan seorang pengusaha dari PT IU, perusahaan yang bergerak di bidang impor daging potong. Sementara S merupakan sopir A. Seorang wanita juga ikut diamankan berinisial R. Sedangkan seorang lagi belum diketahui identitasnya.

Saat meringkus A, S dan R, petugas KPK berhasil mengamankan sejumlah uang yang ditaksir sekitar Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu tersebut tersimpan dalam dua kantong plastik besar. Satu berwarna putih, satu lagi warna hitam. 

Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah dokumen yang disimpan dalam sebuah tas koper hitam dan kantong plastik putih transparan. Ada juga dua buku tabungan.

Belum diketahui secara pasti motif penangkapan empat orang tersebut. Namun kuat dugaan uang yang disiapkan keempat orang yang diamankan KPK diduga merupakan suap untuk memuluskan anggaran proyek di DPR. KPK juga telah menggeledah kantor PT IU di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas menyatakan informasi terkait operasi penangkapan yang berlangsung semalam belum dapat disampaikan ke publik. "Tunggu saja dulu, belum bisa diwartakan soal itu," ujar Busyro melalui pesan singkat.

Penelusuran VIVAnews, PT IU bergerak dalam bidang impor makanan, terutama daging, dan telah memiliki cabang di Singapura, Dubai, Hong Kong dan Macau. 

Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan tersebut telah mensuplai kebutuhan daging-daging untuk hotel, restoran dan supermarket ternama di Indonesia dan negara-negara lainnya. Selain daging, perusahaan tersebut juga mengimpor seafood, kaviar, keju dan wine dengan kualitas super.

Sumber: Viva.co.id

Pelajaran Berharga Belajar di Eropa


Pada saat pergi ke negeri orang untuk belajar, pasti banyak kesan-kesan yang kita alami selama belajar disana, banyak pelajaran-pelajaran penting yang kita alami yang berbeda dengan Indonesia, seperti yang dialami Dwena Dexiana.

Mahasiswi semester 7 Swiss German University (SGU), ini mengungkapkannya setelah merampungkan program magang di Jerman beberapa waktu lalu. Keempat pelajaran penting yang diperolehnya selama jauh dari Tanah Air adalah betapa pentingnya waktu, keluarga, pengetahuan dan uang. Ia mengaku belajar banyak dari pengalamannya selama tinggal di Jerman selama enam bulan tersebut.

"Waktu. Saat sudah di sana jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada. Bekerja keras dan belajar bahasa yang ada agar bisa bersosialisasi lebih baik karena kita nggak tau kapan bisa ke sana lagi," kata Dwena saat acara pelepasan adik-adik kelasnya untuk magang di Jerman dalam acara "SGU Goes to Europe" di Usmar Ismail Hall, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/1/2013).

Kemudian yang kedua adalah arti pentingnya keluarga. Ia mengaku selama bulan pertama di Jerman, dirinya banyak menangis karena kangen dengan keluarga dan suasana rumah. Namun hal itu sedikit terobati saat dirinya mulai sibuk dengan pekerjaan dan bersosialisasi.

"Kalau biasanya di rumah suka ngerasa kurang privasi karena diawasi orang tua terus. Saat di sana bener kerasa banget kangennya. Apalagi kalau pas sakit, bener-bener sendiri dan nggak ada tempat bergantung," ujar Dwena.

Hal ketiga yang penting adalah pengetahuan. Ia menyarankan selama berada di Eropa sebaiknya gali banyak ilmu yang ada di sana. Jika sempat berkunjung ke perpustakaan atau ke toko buku, maka baca buku yang menarik minat tapi sulit didapat di Indonesia.

"Jangan sampe nyesel balik ke Indonesia nggak dapet apa-apa. Di sana gudangnya ilmu pengetahuan, jadi banyak cari tahu," jelas Dwena.

Hal terakhir yang penting adalah uang. Memang benar saat magang tersebut, para peserta magang mendapat honor dari perusahaan. Namun bukan berarti bisa berfoya-foya dan lupa untuk menabung karena berpikir tetap akan kembali lagi ke Indonesia setelah program selesai.

"Gunakan uang seperlunya. Kalau dapat honor, sisihkan sebagian. Pengalaman saya, karena mikirnya dapet honor. Ya udah seneng-seneng aja. Eh ternyata ada masalah jadi gaji nggak turun tiga bulan. Jadinya tiga bulan itu ngirit banget. Mau minta uang ke orang tua gengsi juga," ungkap Dwena.

Sumber: Kompas Education

Nasional

More on this category »

Teknologi

More on this category »

Kehidupan

Kesehatan

Teknologi

Fakta

Alam Nyata

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berita Ku Berita Mu - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger